PERESMIAN YAYASAN

3 12 2008

Peresmian yayasan “Amaliah Mitra Sejahtera”

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, saya nyatakan secara resmi <strong>” Yayasan Amaliah Mitra Sejahtera diresmikan keberadaannya “ Demikian kata sambutan yang disampaikan oleh Ibu Hj. Eli Amalia Priatna selaku Wakil Bupati Kab. Karawang pada Peresmian Yayasan Sosial yang didampingi oleh Arief R. Adjoes selaku ketua Yayasan tsb. Dalam pesannya, Beliau menyampaikan agar Yayasan ini dapat berkiprah ditengah-tengah masyarakat, terutama mengenai Pendidikan, Sosial , Bahaya Narkotika dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam rangka peresmian ini juga, Wakil Bupati berpesan agar masyarakat turut berpartisipasi menyumbangkan darahnya melalui kegiatan bakti sosial donor darah yang bertepatan dengan acara peresmian ini. Acara peresmian dihadiri oleh jajaran Pemda Karawang, Camat Kec.Telukjambe Timur, Staf PMI Karawang, Kepala Desa dan perangkatnya, Staf perum Perumnas Karawang dan simpatisan serta masyarakat sekitar. berikut gambaran peresmian.

sambutan_Wakil Bupati Karawang





PAPA, AKU PINJAM UANG RP. 5.000 DONG

4 05 2010

Seperti biasa, “Rudi” Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Imron menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”

“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa? Mau minta uang lagi, ya?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja.” jawab Imron Baca entri selengkapnya »





Pesan

4 05 2010

Seorang sahabat yang cantik, psikolog, dinamis, ramah, dan baik hati, bernama Liza Marielly, berbagi kisah persis lima menit setelah saya duduk di depan komputer menjelang jam kerja pagi. Cerita tentang pesan seorang anak perempuan kepada ayahnya. Liza mengirim cerita itu melalui surat elektronik, tidak dengan gemuruh suara, tidak dengan runcing pedang. Namun sewaktu membacanya, saya seperti mendengar suara gemuruh dalam dada, seperti ada sebilah pedang runcing di depan mata.

Karena saya punya anak perempuan, saya menyimak saksama kisah yang mungkin hanya sebuah rekaan atau petikan kejadian nyata. Karena saya ayah sepasang remaja, perlu belajar dari kisah ini. Menurut pemilik cerita, entah siapa mulanya, fragmen ini terjadi di suatu pagi yang cerah. Namun seolah ada kilat yang menyambar tiba-tiba, begitu sang ayah mendapati sepucuk amplop di atas tempat tidur rapi putrinya. Kosong tak ada sesiapa, kecuali sebuah kesan tentang kamar yang telah ditinggalkan penghuninya. Pada amplop tertulis: “Untuk Ayah“. Dengan bertanya-tanya, dibukanya surat itu. Baca entri selengkapnya »





UNTUK PARA ORANG TUA & CALON ORANG TUA

4 05 2010

Tahun 2005 yang lalu saya harus mondar-mandir ke SD Budi Mulia Bogor.
Anak sulung kami yang bernama Dika, duduk di kelas 4 di SD itu.
Waktu itu saya memang harus berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolah.Pasalnya menurut observasi wali kelas dan kepala sekolah, Dika yang duduk di kelas unggulan, tempat penggemblengan anak-anak berprestasi itu, waktu itu justru tercatat sebagai anak yang bermasalah.
Saat saya tanyakan apa masalah Dika, guru dan kepala sekolah justru menanyakan apa yang terjadi di rumah sehingga anak tersebut selalu murung dan menghabiskan sebagian besar waktu belajar di kelas hanya untuk melamun. Prestasinya kian lama kian merosot.

Dengan lemah lembut saya tanyakan kepada Dika: “Apa yang kamu inginkan ?”
Dika hanya menggeleng. “Kamu ingin ibu bersikap seperti apa ?” tanya saya.
“Biasa-biasa saja” jawab Dika singkat.
Beberapa kali saya berdiskusi dengan wali kelas dan kepala sekolah untuk mencari pemecahannya, namun sudah sekian lama tak ada kemajuan.
Akhirnya kamipun sepakat untuk meminta bantuan seorang psikolog.
Suatu pagi, atas seijin kepala sekolah, Dika meninggalkan sekolah untuk
menjalani test IQ. Tanpa persiapan apapun, Dika menyelesaikan soal demi soal dalam hitungan menit. Beberapa saat kemudian, Psikolog yang tampil bersahaja namun penuh keramahan itu segera memberitahukan hasil testnya. Baca entri selengkapnya »





ALERGI HIDUP

4 05 2010

Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati”.

Sang Guru tersenyum : “Oh, kamu sakit..”.

“Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati”.

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : “Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama “Alergi Hidup”.
Baca entri selengkapnya »





EMPATI

29 04 2010

Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas.
Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.

Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.
Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari. Baca entri selengkapnya »





GROW YOUR VALUE

28 04 2010

Beberapa hari yang lalu saat sedang berjalan-2 di Mall Taman Anggrek – Jakarta, saya kebetulan masuk di sebuah toko perhiasan dan selintas melihat percakapan yang menarik antara seorang pembeli dan penjual.

Mereka sedang terlibat tawar menawar sebuah kalung mutiara yang cukup indah, dan kelihatannya termasuk salah satu koleksi unggulan dari toko tersebut.

Setelah tawar menawar beberapa saat, si pembeli akhirnya memutuskan untuk keluar dari toko itu, karena dianggapnya harga barang tersebut mahal.

Selang beberapa menit kemudian, ada pembeli lain yang masuk, dan kemudian mengamati kalung mutiara yang tadi. Dia kemudian mencoba sejenak di lehernya, dan setelah dirasa cocok, tanpa tawar menawar langsung dibayarnya barang tersebut dan keluar.

Apa yang menarik dari kedua kejadian tadi ? Baca entri selengkapnya »





MENEMBUS KETERBATASAN!

28 04 2010

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.
Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu?
Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!
Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.
Ini yang terjadi.
Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi.
Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.
Ia mulai berpikir, “Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya
segini.
” Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.